PERKEMBANGAN ISLAM DI JERMAN
Sebenarnya ini kelanjutan artikel yang sejarah awal. Knapa aku muat artikelyang keliatannya agak nggak menarik? Ini artikel-artikelyang jadi bahan WA ku kemarin. Di delete sayang, dibiarkn sembunyi difolder "fatimah"ku, kasihan. Smoga bermanfaat, minimal bisa bikin kita makin bangga sbg seorang muslim.
PERKEMBANGAN ISLAM DI NEGARA JERMAN BERSATU
Islam kembali berkembang setelah Jerman bersatu pada tanggal 3 Oktober 1990 sampai saat ini. Kali ini Islam disebarkan oleh para mahasiswa muslim dari berbagai penjuru dunia. Para pekerja dan imigran yang kebanyakan berasal dari Turki, Bosnia, dan Iran terus berdatangan dan menetap di Jerman. Ekspansi besar-besaran yang dilakukan umat Islam di Jerman berbuah penambahan jumlah muslim dan berdirinya masjid-masjid baru di Jerman. Data terakhir yang didapat menunjukan bahwa jumlah muslim di Jerman sudah melebihi angka 3,2 juta jiwa atau 3,7 % dari seluruh jumlah penduduk Jerman.
Banjirnya pembangunan masjid di Jerman
sempat membuat masyarakatnya khawatir akan aksi terorisme. Sejak tragedi 11
September 2001, Pemerintah Jerman berusaha semakin intensif bagaimana komunitas
Muslim Jerman dapat berintegrasi dengan masyarakat. Tumbuh pula keinginan dari
sementara kalangan untuk mengenal lebih jauh agama ini. Sejumlah kegiatan pun
diadakan, mulai dari seminar, diskusi, konferensi internasional, sampai pentas
budaya Islami. Setiap tanggal 3 Oktober, seluruh masjid dan islamic center di
Jerman mengadakan open house bagi warga non muslim yang ingin mengenal lebih
jauh tentang Islam. Hasil dari kegiatan rutin tahunan ini sangat memuaskan,
tidak hanya pengetahuan dan perhatian masyarakat Jerman saja yang bertambah,
tetapi juga jumlah mualaf yang meningkat.
Awal tahun di kota Hannover diadakan pameran tentang Islam. Sejumlah perwakilan negara Muslim, organisasi dan lembaga Islam lokal turut berpartisipasi. Menariknya, pameran tersebut dikoordinasi oleh pihak Gereja Protestan Lutheran setempat. Tujuan penyelenggaraan pameran adalah agar masyarakat Jerman lebih mengetahui agama Islam. Dengan begitu, umat Muslim dan masyarakat lokal menjadi makin menyatu. Selain Hannover, pameran serupa diselenggarakan di sepuluh kota lainnya. Fokusnya adalah tentang kehidupan sehari-hari para Muslimah Jerman. Kenapa Muslimah, karena legalitas jilbab masih diperdebatkan di negeri itu. Oleh karenanya, panitia pun telah merancang acara tanya jawab dengan sejumlah Muslimah. Warga bebas mengajukan pertanyaan seputar jilbab serta proses adaptasi mereka terhadap gaya hidup Barat. Upaya-upaya tersebut membuahkan hasil. Simpati pemuka agama lain terhadap Islam makin meningkat. Angin baru juga berhembus saat Idul Adha lalu, Islamic Center Berlin menerima banyak sekali ucapan, baik melalui surat maupun telepon, dari gereja-gereja di seputar Berlin, Münich, dan kota-kota lain di Jerman. Media massa pun memuat iklan ucapan “Selamat Idul Adha” bagi kaum Muslim.
Pemerintah
Jerman juga memanfaatkan momen-momen keagamaan untuk melakukan pendekatan
terhadap komunitas Muslim. Bahkan, Presiden Jerman Horst Kohler menyerukan agar
Muslim jangan diperlakukan sebagai warga kelas dua. Ia menekankan pentingnya
dialog untuk menekan terus berkembangnya fobia Islam di negeri itu.

Comments